YESUS
dan
Muhammad
Perbedaan Mendasar dan Kesamaan Mengejutkan

Appendiks A

SUMBER INFORMASI
TENTANG YESUS DAN MUHAMMAD

Pernahkah anda berbicara dengan salah seorang teman anda yang menceritakan sesuatu kepada anda dan anda tidak tahu apa yang ia bicarakan? Anda dapat memahami kata-kata yang ia gunakan, tetapi ia lupa memberitahukan anda topik pembicaraannya.
Banyak orang Barat coba membaca Al Quran atau hadits, mereka merasakan hal yang sama. Mereka dapat membaca terjemahan bahasa Inggrisnya, tetapi mereka membutuhkan informasi lebih banyak lagi untuk memahami maksud kata-kata tersebut.

Di dalam buku ini saya benar-benar berdasarkan kutipan Al Quran, hadits dan Injil untuk menjelaskan kisah-kisah tentang Yesus dan Muhammad.
Appendiks ini memberikan bagi anda kunci-kunci sejarah untuk memahami Al Quran dan tulisan-tulisan Islam lainnya.
Juga, appendiks ini menuliskan isu yang sangat fundamental terkait umat Islam dan umat Kristen, yakni isu “apakah Alkitab dapat dipertanggungjawabkan.”

Umat Islam meyakini bahwa orang Kristen dan orang Yahudi telah menyelewengkan kitab suci mereka dengan mengubah beberapa kata, bahkan menghilangkan beberapa bagian (Surat 5:12-15).
Kita akan lihat apakah ada bukti yang mendukung pernyataan ini.

Appendiks ini adalah salah satu bagian penting di dalam buku ini.
Bagian ini bukan saja menolong anda guna memahami apa yang anda baca dalam buku ini, tetapi juga membantu anda mengerti apa yang orang lain katakan tentang Islam dan Kekristenan.

SUMBER INFORMASI TENTANG MUHAMMAD

Informasi tentang Muhammad berasal dari empat sumber utama:
  • Al Quran.
  • Hadits.
  • Biografi Muhammad.
  • Sejarah Islam.

Mari kita lihat, kunci untuk memahami masing-masing sumber tersebut.

AL QURAN

Iman orang Islam dibangun di atas dasar Al Quran, sebuah kitab yang lebih pendek dibandingkan kitab Perjanjian Baru umat Kristen.
Muhammad membacakan Al Quran kepada para pengikutnya atas dasar wahyu yang ia terima dari malaikat Jibril.

Muhammad mengatakan, Jibril membawa wahyu-wahyu tersebut langsung dari Allah. Jadi, kalimat-kalimat tertulis di dalam Al Quran merupakan gagasan Allah untuk berbicara kepada Muhammad. Itulah sebabnya mengapa banyak ayat Al Quran dimulai dengan ucapan, “Katakanlah wahai Muhammad….”
Format ini di dalam Al Quran, bahwa Allah mengatakan kepada Muhammad hal-hal yang perlu disampaikan.

Banyak ayat, juga dimulai dengan kata, “Ingatlah.”
Bentuk ini digunakan Allah kepada Muhammad untuk mengingat sesuatu. Ketika anda melihat bentuk kata orang pertama di dalam Al Quran, kata itu menunjuk kepada Allah.

Kadang-kadang anda akan melihat kata “Kami,” Kata ini menunjuk kepada Allah. Pluralitas ini digunakan untuk menunjukkan kebesaran Allah, bukan untuk mengajarkan, ada lebih dari satu Tuhan Yang Maha Kuasa.

Terkait informasi mengenai Muhammad, Al Quran adalah sumber yang paling dapat dipercaya karena Muhammad secara keseluruhan mengendalikan apa saja yang dicatat sebagai pewahyuan Al Quran.
Muhammad satu-satunya orang yang dapat menyatakan, sebuah ayat berasal dari Allah dan perlu dikumpulkan untuk Al Quran.

Muhammad menyampaikan wahyu dari malaikat Jibril selama kurun waktu dua puluh tiga tahun. Banyak dari wahyu tersebut, untuk menjawab peristiwa-peristiwa sejarah, seperti pertempuran atau pertanyaan tentang perilaku di dalam masyarakat Islam.

Al Quran dapat membingungkan bagi anda, jika tidak mengetahui kaitan peristiwa-peristiwa yang terkait dengannya.

Beberapa ulasan Al Quran akan memberikan informasi mengenai konteks kalimat tertentu. Umat Islam juga bergantung pada ulasan Al Quran yang membimbing mereka memahami suatu masalah.
Salah satu ulasan di dalam bahasa Inggris yang mudah diperoleh adalah The Meaning of the Quran, ditulis oleh Syed Maududi. Di dalam buku ini, saya menyertakan latar belakang sejarah untuk setiap kutipan yang saya gunakan dari Al Quran.

Pertanyaan mengenai bahasa.
Umat Islam tradisional percaya, Al Quran hanya boleh dipahami dalam bahasa aslinya – Arab kuno.
Ketika saya masih kanak-kanak di Mesir, paman saya berusaha keras mengajarkan saya bahasa Arab kuno. Tanpa latihan khusus, orang-orang yang berbahasa Arab tidak dapat mengerti bahasa Arab kuno, yang tidak hanya digunakan dalam Al Quran tetapi juga dalam hadits dan beberapa literatur kuno.
Guna memahami kalimat-kalimat Al Quran, kebanyakan dari umat Islam bergantung pada ulasan dan apa yang diajarkan kepada mereka di masjid dan melalui media Islam.

Umat Islam yang dapat membaca huruf Arab kuno akan ragu-ragu untuk menerjemahkan kalimat-kalimat itu ke dalam bahasa Inggris karena budaya Islam mengatakan, bahasa Arab kuno adalah bahasa di surga.
Oleh karena itu, terjemahan Al Quran dan hadits di dalam bahasa Inggris, kebanyakan dibuat oleh mereka yang tidak menggunakan bahasa Arab sebagai bahasa asli mereka.
Hasil terjemahan mereka, berupa penyampaian isi dari teks, tetapi kadang pemahaman mereka tentang bahasa Arab tidak jelas, dan, akibatnya, pilihan bahasa Inggris mereka juga tekadang tidak jelas.

Ketika saya melakukan penelitian, saya baca ulang sumber-sumber dalam bahasa Arab kuno. Setelah menemukan informasi dari buku-buku berbahasa Arab ini, saya lalu melakukan cek ulang terhadap terjemahan bahasa Inggris yang ada. Kebanyakan terjemahan mereka itu dapat dipercaya, tetapi ada kalanya, saya akan menggunakan terjemahan saya sendiri untuk lebih jelasnya.

Informasi mengenai referensi, baik itu dalam bahasa Arab maupun bahasa Inggris, terdapat pada catatan kaki dan bibliografi.

HADITS

Banyak dari orang barat berpendidikan tinggi tidak memahami catatan teologis Islam yang kedua – yakni Hadits.
Sebelum memberikan definisi hadits secara akademis, saya akan memulai dengan memberitahukan anda bagaimana hadits dibuat.
Ijinkan saya memberikan gambaran dari kehidupan Muhammad.

Muhammad sedang berada di rumahnya di Medinah, dengan salah seorang pembantunya, Abu Haraira. Ketika seorang Islam sedang mabuk, melanggar hukum Islam, dibawa ke hadapannya, Muhammad memerintahkan umat Islam untuk memukulinya sebagai hukuman.
Pembantu ini mengamati semua perihal itu dan membuat sebuah cerita untuk mengingat peristiwa itu.
Pada kesempatan lain, peristiwa yang hampir sama terjadi kembali, pembantu ini kemudian berkata, “Aku mendengarkan nabi berkata begini dan begini dalam situasi seperti ini.”139139.
   Lihat The Correct Books of Bukhari, vol. 8, buku 81, no. 768 untuk cerita ini.

Setelah Muhammad meninggal dunia, informasi kehidupan dan ajarannya menjadi sangat berarti. Pembantu itupun mulai khawatir apabila ia sakit atau meninggal dunia maka kisah-kisah itu akan hilang. Oleh karena itu ia meminta seseorang yang bisa baca-tulis menuliskan cerita itu pada gulungan kertas. Gulungan kertas ini menjadi sangat berharga dan diceritakan secara hati-hati dari satu generasi ke generasi berikutnya. Cerita di atas adalah salah satu contoh cerita yang ada di dalam hadits.

Arti kata hadits adalah “sebuah catatan mengenai sesuatu yang dikerjakan atau diajarkan oleh Muhammad.”
Anda dapat menceritakan satu dari hadits atau sekumpulan hadits.
Pembantu dalam cerita di atas adalah contoh narator dalam hadits. Hampir semua hadits akan menampilkan naratornya, yakni seseorang yang terpercaya untuk menceritakan kisah tertentu.

Para pembantu Muhammad, teman-teman dekat, isteri-isterinya (terutama Aisah), juga dipercaya untuk menyampaikan hadits.
Ketika saya membuat daftar sumber bagi hadits, kadang sayapun memasukkan nama narator, karena nama itu memberikan informasi yang baik mengenai keterpercayaan hadits tersebut.

Mari kita lihat bagaimana hadits dikumpulkan dan dipelihara.
Dua ratus tahun setelah kematian Muhammad, tradisi orang-orang kaya memberikan beasiswa, hal ini telah mengembangkan masyarakat Islam.
Orang-orang yang terpelajar dari berbagai daerah mulai bergiat mempelajari hadits yang tersedia bagi mereka. Guru-guru agama ini mulai melihat betapa pentingnya mengumpulkan hadits dari berbagai tempat dan menaruh semuanya ke dalam satu tempat.
Karena itu mereka mencari dan berbicara kepada seluruh anggota keluarga dan masyarakat yang merupakan keturunan dari mereka yang punya kontak langsung dengan Muhammad.

Orang-orang kemudian mengungkapkan hadits yang telah mereka simpan, berupa gulungan kertas atau yang diceritakan secara turun-temurun.
Dua di antara editor hadits yang sangat disegani adalah Al-Bukhari (194 – 256H) dan Muslim (202-261H) yang mengumpulkan hadits pada waktu yang sama.

Al Bukhari dan Muslim tidak menerima begitu saja setiap cerita yang diceritakan kepada mereka tentang Muhammad.
Mereka pertama-tama melihat kepada sumber cerita itu, atau naratornya, untuk melihat apakah orang tersebut memiliki sumber yang dipercaya sebagai informasi di dalam hadits.
Mereka juga membandingkan isi cerita itu dengan catatan lain tentang Muhammad untuk melihat apakah konsisten. Setelah itu, barulah hadits ditambahkan ke dalam koleksi hadits mereka.

Bukhari memilih 9.082 hadits untuk koleksinya.
Namun, pada jumlah itu, termasuk juga cerita-cerita ulangan mengenai kisah yang sama. Cerita-cerita ulangan ini menceritakan kurang lebih 2.602 kisah berbeda tentang kehidupan Muhammad.
Kumpulan hadits Muslim terdiri dari hampir 4.000 hadits. Ini termasuk yang diulang.140140.
   Pengantar terjemahan The Correct Books of Bukhari dan The Correct Books of Muslim dijaringan situs University of California.
   (diakses pada tanggal 17 Desember 2003).

Apakah ada kisah-kisah yang tidak akurat di dalam hadis? Ya, tentu saja. Bahkan para sarjana Islam menyadari bahwa proses ini tidaklah sempurna.
Selama ratusan tahun para sarjana Islam itu melakukan evaluasi keterpercayaan kumpulan hadits. Dari sana, para sarjana itu memilih enam kumpulan hadits yang dianggap paling dapat dipercaya, dikenal sebagai “The Correct Books” (Sahih).

Salah satu yang paling dihormati, Sahih al-Bukhari, diikuti dengan Sahih Muslim. Di masa modern, “The Correct Books” diteliti lagi secara seksama.
Ada “ilmu pengetahuan hadits” yang rumit yang mengevaluasi lagi setiap cerita yang telah terpercaya itu. Salah satu pakar agama Islam yang terkenal dalam ilmu pengetahuan hadits adalah al-Elbani. Ia lalu membagi enam “The Correct Books” menjadi dua set hadits, yang satu dinamakan “yang lemah” dan yang satu lagi dinamakan “yang benar.”

Bagi orang Barat, hal ini terdengar seperti sebuah debat akademis, tetapi jika anda bekerja di Timur Tengah sebagai seorang imam atau dosen, hal ini adalah informasi dasar yang anda butuhkan sehari-hari.

Saya ingat, sebagai seorang imam, ada seorang laki-laki yang melihat saya sedang membersihkan diri sebelum sembahyang. Dia menantang cara saya membersihkan rambut.
“Mengapa anda mencuci seperti itu?” tanyanya, “Dikatakan dalam hadits Muwatta, harus dilakukan dengan cara yang lain.”
Saya menjawabnya, “Ya, saya tahu Muwatta mengatakan demikian, tetapi Bukhari mengatakan caranya seperti ini, dan Bukhari dianggap lebih benar dari pada Muwatta.”

Apa perbedaan antara hadits dan Al Quran?
Guna memperoleh informasi mengenai Muhammad, ada perbedaan utama yang perlu diketahui mengenai Al Quran dan hadits.
Yakni, Muhammad terlibat di dalam seluruh kumpulan ayat-ayat Al Quran. Sebaliknya, Muhammad tidak memiliki kendali sama sekali atas apa yang ditulis di dalam hadits.

Kadang orang hanya melihat saja, lalu menyampaikan apa yang mereka lihat. Kadang Muhammad menceritakan sesuatu kepada orang banyak dan mereka mengulangi cerita itu, tetapi Muhammad sama sekali tak dapat mengendalikan informasi yang mereka ceritakan atau akurasinya.

Perbedaan lainnya adalah terkait dengan masalah mujizat.
Al Quran mengatakan Muhammad hanyalah orang biasa yang tidak dapat membuat tanda-tanda ajaib untuk membuktikan bahwa ia adalah rasul Allah. Tetapi hadits mencatat berbagai macam cerita Muhammad melakukan mujizat, (Lihat bab 12, “Penyembuhan dan Mujizat”).

Bagaimana kita mengatasi kontradiksi itu?
Oleh karena Al Quran berasal langsung dari mulut Muhammad, maka kami perlu mempertimbangkan bahwa informasi dari Al Quran lebih terpercaya sebagai indikasi atas apa yang sebenarnya dilakukan oleh Muhammad.
Oleh karena itu, para pakar agama Islam cenderung mengatakan, banyak kisah mujizat di dalam hadits diciptakan oleh para pengikut Muhammad.

SUMBER INFORMASI LAIN TENTANG MUHAMMAD

Sebagai tambahan, terhadap hadits, para pakar agama Islam juga sangat bergantung kepada dua jenis buku lainnya, yaitu biografi Muhammad dan sejarah Islam. Saya juga menggunakan kedua buku tersebut dalam buku yang sedang anda baca ini.

Biografi Muhammad yang paling terkenal dan terpercaya ditulis oleh Ibn Ishaq (83-132H). Tulisannya dibuat kurang lebih tujuh puluh tahun sebelum tulisan Bukhari dan Muslim, tetapi dianggap kurang dapat dipercaya.
Namun demikian, cara ia menuliskan biografi Muhammad, sama seperti yang dilakukan Bukhari dan Muslim tujuh puluh tahun berikutnya. Yakni, Ia mengumpulan cerita dari banyak orang.

Karya Ibn Ishaq ini, lalu diedit dan diperkenalkan kurang lebih tujuh puluh tahun kemudian oleh Ibn Hisham. Salinan dalam bahasa Arabnya diterbitkan dalam tiga volume dengan total jumlah 1.020 halaman.
Ironisnya, kakek Ibn Ishaq adalah seorang Kristen yang berasal dari Irak yang dipaksa masuk agama Islam oleh kalifah pertama setelah Muhammad meninggal dunia.141141.
   Al Tabari, The History of Kings and the Prophets.

Saya juga menggunakan informasi dari salah satu buku sejarah Islam yang paling rinci, The Beginning and the End, ditulis oleh Ibn Kathir (700-774H).
Ibn Kathir menghasilkan karya besar yang menggambarkan sejarah dunia dari sudut pandang Islam, dimulai dengan masa penciptaan dunia, diakhiri pada masa tidak lama sebelum si penulis meninggal dunia tahun 774H.
Saya telah membaca hasil karyanya ini lebih dari sekali, karena buku ini secara seksama kami pelajari di Al Azhar. Buku yang terdiri dari sembilan volume ini tidak tersedia dalam bahasa Inggris.
Meskipun buku ini tidak memiliki tingkat kehormatan yang sama seperti hadits pada “The Correct Books,” namun sangat membantu memberikan informasi tentang Muhammad.

Sekarang, mari pikirkan tantangan terbesar umat Islam terhadap Alkitab.

APAKAH ALKITAB DISELEWENGKAN

Muhammad mengajarkan bahwa orang Kristen dan orang Yahudi telah menyelewengkan isi Alkitab. Dengan kata lain, ia mengatakan bahwa Alkitab adalah benar pada awalnya ketika disampaikan kepada orang Yahudi, tetapi kemudian dirubah oleh umat Kristen demi mencapai tujuan mereka.
Mengenai orang Yahudi, Al Quran katakan:

SURAT 5 : 13
“Mereka (Orang-orang Yahudi) suka mengubah perkataan (Allah) dari tempatnya (yang benar) dan telah melupakan sebagian dari apa yang telah diperingatkan kepadanya.”

Mengenai orang Kristen Al Quran katakan:

SURAT 5 : 14
Lihat juga: ayat 15

“Dan dari mereka yang menyebut dirinya Kristen… mereka telah melupakan bagian yang baik dari pesan yang dikirimkan untuk mereka.”

Muhammad menyatakan, jika Kitab Suci mereka tak diselewengkan, kitab itu akan tetap mengandung nubuatan tentang kedatangannya. Apakah Muhammad menjelaskan kapan atau bagaimana Kitab Suci ini diselewengkan atau siapa yang melakukannya? Tidak.
Apakah Muhammad memberikan bukti perubahan-perubahan tersebut dan menunjukkan salinan Kitab Suci yang belum dirubah? Tidak.
Namun, untuk abad sebelum itu, arkeolog justru menemukan bukti-bukti yang menyangkal ajaran Muhammad.

Terdapat dua buku Kristen yang paling terkenal yang ada pada saat ini menunjukkan bagaimana Perjanjian Baru tetap akurat.
Buku-buku itu adalah “The Case for Christ” ditulis oleh Lee Strobel (HarperCollins / Zondervan), khususnya bab 3, dan, “Jesus: The Great Debate” ditulis oleh Grant R. Jeffrey (Word).

Mari kita melihat bukti-bukti yang mereka berikan terkait dengan Injil yang bisa dipercaya. Jikalau anda ingin meneliti kebenaran dari dokumen-dokumen kuno, anda akan mencari tiga hal:
  • Kurun waktu terbentang di antara sumber yang asli dan salinan tertua yang diketahui.
  • Jumlah salinan yang ditemukan dari sumber-sumber kuno.
  • Konsistensi antara salinan yang kuno dan yang modern.

Poin #1 : Usia Tulisan Tertua.
Usia dari naskah tertua, merupakan bukti sejarah tentang kemapanan Perjanjian Baru, juga memperlemahkan keterpercayaan naskah kuno lainnya.
Penggalan Perjanjian Baru tertua, ditemukan terbagi dalam lima bagian, mulai dari kitab Yohanes yang ditemukan dalam fragmen papyrus dari Mesir. Berdasarkan gaya tulisan, diduga dibuat pada tahun 100 – 150M.
Itu hanya berjarak lima belas sampai enam puluh lima tahun setelah kitab Yohanes diyakini telah ditulis. Ini merupakan bukti yang kuat, terutama jika dibandingkan dengan bukti tulisan lainnya yang ada sejak masa itu.

Sebagai contoh, penggalan tertua catatan sejarah tentang Tacitus, mulai ditulis kira-kira pada tahun 116M, tetapi disalin ulang pada tahun 850M.
Salah satu penemuan untuk naskah Perjanjian Baru yang paling signifikan dibuat pada tahun 300M, yang terdiri dari empat bagian kitab Injil dan Kisah Para Rasul, dan papirus yang dibuat pada tahun 200M, yang terdiri dari bagian Surat-surat dan kitab Ibrani.

Penemuan penting lain yang melengkapi salinan Perjanian Baru (Codex Sinaiticus) tertanggal tahun 350M.

Poin #2 : Jumlah Tulisan.
Secara keseluruhan ada 5.644 tulisan kitab-kitab dalam Perjanjian Baru, yang ditulis dalam bahasa Yunani, bahasa aslinya.
Tambahan salinan 19.000 buah juga terdapat dalam bahasa lainnya seperti bahasa Latin, Etiopia, Slavia dan Armenia. Dibandingkan pada jumlah salinan tulisan kuno lainnya yang tersedia, jumlah ini sangat banyak.

Disamping kitab Perjanjian Baru, tulisan dengan jumlah salinan terbanyak yakni, “Iliad” karya Homer, yang mempunyai 650 tulisan dalam bahasa Yunani yang masih bertahan hingga saat ini.

Poin #3 : Konsistensi Tulisan.
Apakah ada perbedaan di antara sekian banyak tulisan Perjanjian Baru?
Selain dari pada kesalahan penulisan ulang, jawabannya adalah tidak. Tidak ada satupun doktrin kekristenan yang dipengaruhi oleh perbedaan-perbedaan kecil ini.142142.
   Lee Strobel, The Case for Christ (Zondervan: Grand Rapids, MI, 1998) hal 59.
   Informasi ini diperoleh berdasarkan wawancaranya dengan pakar Perjanjian Baru Bruce Metzger.
Bukti ini memperkuat kenyataan bahwa kitab Perjanjian Baru yang digunakan pada masa Muhammad dan kitab Perjanjian Baru yang digunakan saat sekarang ini adalah benar-benar salinan dari kitab aslinya.

Sekarang kita telah meyakini keterpercayaan salinan dari kitab Perjanjian Baru, sekarang mari kita lihat bagaimana kitab Injil ditulis.

SUMBER INFORMASI TENTANG YESUS

Guna informasi tentang Yesus, saya menggunakan keempat kitab Injil yang ditulis dalam Perjanjian Baru: Matius, Markus, Lukas dan Yohanes.
Hampir sama dengan hadits, keempat kitab ini mencatat apa yang Yesus lakukan dan ajarkan berdasarkan pengamatan pengikutnya.
Bukti baru menunjukkan, kitab-kitab Injil ini ditulis dalam waktu kurang dari enam puluh tahun setelah kematian Yesus, dan ditulis oleh para penulis yang benar-benar menjadi saksi mata atas apa yang terjadi, atau orang yang berhubungan langsung dengan saksi mata.

Di bawah ini adalah biografi singkat dari para penulis kitab Injil.143143.
   Life Application Bible (Wheaton, IL: Tyndale House, 1998).
   Lihat pengantar dari setiap kitab Injil.

Biografi Matius.
Sebelum Yesus memanggilnya untuk menjadi salah satu dari kedua belas muridnya, Matius adalah seorang pemungut pajak. Sebagai seorang Yahudi, Matius menulis kitab khusus bagi orang Yahudi, dan Matius sering mengutip nubuatan dalam Perjanjian Lama untuk menunjukkan siapa Yesus.
Matius menulis kitab, antara tahun 60 dan 65M, berarti sekitar tiga puluh tahun setelah kematian Yesus.
Kita dapat menduga, Matius berusia sama seperti Yesus ketika ia menjadi muridnya, yang berarti, bisa jadi Matius telah berusia enam puluh tahun ketika menulis kitab.
Sejarah Gereja memperkirakan, Matius hidup hingga usia sembilan puluh tahun dan meninggal mungkin karena sebab-sebab alami, atau dibunuh.

Biografi Markus.
Markus bukanlah salah satu dari dua belas murid Yesus, tetapi diyakini, Markus adalah salah seorang dari tujuh puluh murid yang diutus Yesus untuk berkhotbah dan melakukan tanda-tanda ajaib kepada orang banyak.
Namanya disebutkan di dalam kitab Kisah Para Rasul sebagai Yohanes Markus. Presentasi Markus mengenai kehidupan Yesus, mengungkapkan kepribadian Yesus melalui mujizat dan ajarannya.

Ketika Markus menghabiskan waktu dengan orang-orang percaya di Roma pada tahun 55 dan 65M, ia menulis kitab ini. Kitab ini dianggap sebagai kitab Injil yang pertama kali ditulis.
Markus menjadi martir di Alexandria.
Markus diikatkan pada seekor kuda dengan seutas tali dan ditarik di jalanan sampai ia meninggal dunia.

Biografi Lukas.
Lukas adalah penulis Injil yang unik dalam beberapa cara.
Lukas adalah seorang dokter berkebangsaan Yunani, satu-satunya orang bukan Yahudi yang menulis Injil, ia juga satu-satunya penulis yang tidak ikut dalam perjalanan bersama Yesus.
Lukas, adalah rekan Paulus di dalam hampir semua perjalanan misi. Ia belajar tentang kisah Yesus melalui Paulus dan hubungannya dengan orang Kristen lain.

Di dalam pikirannya, Lukas menuliskan kitab bagi orang bukan Yahudi. Tujuan Lukas, untuk memberikan gambaran rinci tentang kehidupan Yesus dan menunjukkan bahwa Yesus sebagai manusia yang sempurna dan Juruselamat.
Para ahli Alkitab percaya ia menulis buku ini sekitar tahun 60, di Roma atau di Kaisarea.

Biografi Yohanes.
Yohanes telah berusia sangat lanjut ketika menulis kitab ini – mungkin berusia delapan puluh tahunan.
Ia menulis setelah kehancuran Yerusalem, antara tahun 85 atau 90M, ini adalah kitab injil terakhir yang ditulis.
Yohanes menulis dari sudut pandang teologia, tujuannya untuk menyatakan Yesus Kristus adalah Anak Tuhan yang menawarkan hidup kekal bagi mereka yang mau percaya.
Setelah Yohanes menulis kitab, ia dikirim ke Pulau Patmos dan hampir mati kelaparan, tetapi kemudian dilepaskan dan meninggal secara wajar.

PERBEDAAN ANTARA INJIL DAN HADITS

Anda mungkin telah memperhatikan terdapat perbedaan nyata antara hadits dan Injil. Marilah kita melihat perbedaan itu dan apakah perbedaan tersebut berpengaruh terhadap penelitian kita tentang Yesus dan Muhammad.

Perbedaan utama adalah, kapan buku itu dibuat.
Hadits tidak dikumpulkan secara formal sampai dua ratus tahun setelah Muhammad meninggal dunia, sementara itu, tiga dari empat kitab Injil telah ditulis oleh orang-orang yang secara pribadi berjalan bersama Yesus.
Meskipun hadits mempunyai lebih banyak kemungkinan kesalahan, saya percaya gambaran Muhammad secara keseluruhan tetap akurat.

Perbedaan yang kedua adalah, dalam hal penyusunan materinya.
Hadits tidak ditampilkan berdasarkan urutan peristiwa dalam kehidupan Muhammad. Anda harus mencari tambahan informasi untuk melengkapi gambaran secara besar. Karena format hadits yang demikian, maka sulit bagi seseorang yang tidak memiliki pendidikan khusus dapat memahaminya secara keseluruhan.
Sebaliknya, pemaparan Injil dimulai sejak kelahiran Yesus dan dilanjutkan dengan perjalanan kehidupannya sampai kematian dan kebangkitannya. Kitab-kitab pada Injil mudah dimengerti meski tanpa informasi tambahan.

Ketiga, jumlah informasinya tidaklah sama.
Terdapat hampir setengah juta hadits, bila dibandingkan dengan sembilan puluh pasal dalam kitab Injil. Namun, meskipun catatan Injil singkat, ia tetap memberikan gambaran yang lengkap mengenai kehidupan Yesus.

Kesimpulannya, meski ada perbedaan nyata antara hadits dan kitab Injil, tapi saya percaya bahwa keduanya memberikan informasi yang akurat.

KESIMPULAN

Anda sekarang telah siap untuk memiliki pemahaman yang baik tentang kutipan yang anda baca di dalam buku ini, yaitu dari lima sumber utama mengenai kehidupan Yesus dan Muhammad:
  • Al Quran.
  • Hadits.
  • Biografi Muhammad.
  • Sejarah Islam.
  • Kitab Injil.

____________________
139
Lihat Correct Books of Bukhari, vol. 8, buku 81, no. 768 untuk cerita ini.
140
Pengantar terjemahan The Correct Books of Bukhari dan The Correct Books of Muslim di jaringan situs University of California (diakses pada tanggal 17 Desember 2003).
141
Al Tabari, The History of Kings and the Prophets.
142
Lee Strobel, The Case for Christ (Zondervan: Grand Rapids, MI, 1998) hal 59. Informasi ini diperoleh berdasarkan wawancaranya dengan pakar Perjanjian Baru Bruce Metzger.
143
Life Application Bible (Wheaton, IL: Tyndale House, 1998). Lihat pengantar dari setiap kitab Injil.

Tidak ada komentar: